Senin, 27 Desember 2010

Simple Past Tense

Simple Past Tense digunakan untuk membicarakan "actions" yang terjadi pada waktu tertentu di waktu lampau.

(+) S + (was/were) + N/Adj/Adv

(-) S + (was/were) + not + N/Adj/Adv

(?) (Was/Were) + S + N/Adj/Adv?

contoh:
1. He was a Doctor.
2. They were in the same room.

(+) S + V2 + C

(-) S + did + not + V1 + C

(?) Did + S + V1 + C?

contoh:
1. He came to my house last night.
2. Winjor graduated from RBHS last year.

NOTE:
1. Untuk menunjukkan habit pada waktu lampau when i was young/ in 1990/.../ dsb, bisa digunakan usually, often, every,..., sometimes, dsb.
2. Beda antara present perfect dan simple past tense adalah penekannya. Simple past tense menekankan waktu sedangkan present perfect menekankan action.
3. Time marker yang umum: yesterday, last..., ... ago, one day, in ...(waktu lampau), once upon a time.

Present Tense

Disini saya akan menjelaskan tentang Simple Present. Simple Present tense digunakan untuk membicarakan present time. digunakan untuk facts, general truth dan habitual actions.

(+) S + (is/am/are) + N/Adj/Adv

(-) S + (is/am/are) + not + N/Adj/Adv

(?) (is/am/are) + S + N/Adj/Adv?

contoh:
a. The weather is bright
b. These buildings are across my house
c. Fire is hot

(+) S + V1 + C

(-) S + do/does + not + V1 + C

(?) Do/Does + S + V1 + C?

contoh:
1. Winjor Likes cat very much
2. The children go to school everyday
3. Windi studies at Gunadarma University

NOTE:
1. Simple Present tense tidak benar-benar menggambarkan present actions, melainkan suatu yang permanen atau habitual.
2. Bila menggunakan verb, dalam Present Tense digunakan V1, kecuali untuk orang ke tiga tunggal, verb-nya diakhiri oleh akhiran -s atau -es atau -ies.
3. Untuk Adverb of frequency seperti usually, seldom, dsb, umumnya muncul sesudah to be atau sebelum verb.
4. Time marker yang biasa digunakan ialah: seldom, usually, always, never, often, sometimes, rarely, every....., once/twice/.....a day/ in a week/ a month/ a year/..., etc.

Minggu, 26 Desember 2010

Komentar dari Artikel Teman

1. http://mediakartu.wordpress.com/2010/12/15/ctrl-dan-rahasianya/#comment-4

2. http://mynewsworthy99.blogspot.com/2010/10/renault-twizy-nikmati-keunikannya.html?showComment=1293435648172_AIe9_BEpR9qmdFA6tM7_ErGLk0_ByUVlZGnfwbcYkjrCxQNrYNweG5fiC9xiDODNguaXM-2hSFB3rT6exwScrjVmQ2zQSy32b6VAfaBVW2qZUCCDMZiSYbgZo3ik3drK2ghqX2UfTEZgs3fC-rjVLz7pR1gWx3gLpmY9TOqurYkZoVt4b0oDL3NNNePE7jegAkkiuITZF3K1xHP6TNE_J1OXCF18mfVEorpg9h6Lr3nLcCVLm2tn6D0-jWZ6Pq_aQCykD7XEU5nu_VAIDOq0jGUWZMLyhguEOlPHssP3wkvfYgKf-w05VaiIRZFvAF5RGjO-29Rwae2HAYh0m4eV0-_jbhAxGRFrRNo0c42XIdlWsVzWTLshIZDqQFq89Wnd7-lL7lQ_68ePFyInKWKl2r4Dbc-ER8Z7Run11m9AztdfEibJAyaj405EPrMxQjWg1UhKqWjN3onevDoskJfiqwBrxM7VtIx-KgNpPaQgo_GQnEG3Uyku7aAMCfA4GtSvfdM2L9IMphJ1LkqO5mlWcSl3yZqsi1kdJ02NS8ZgfsopV1BwCTeu4n4#c4775421900024482568

3. http://rickykurn.wordpress.com/2010/12/20/tips-belajar-yang-efektif/#comment-16

Sabtu, 06 November 2010

DIGITAL ANIMATION - FINAL FANTASY VII ADVENT CHILDREN


Final Fantasy VII: Advent Children merupakan sebuah film animasi komputer 3D yang diadaptasi dari permainan PlayStation, Final Fantasy VII. Pada film ini menggunakan teknik CGI (Computer Generated Imagery) yang menghasilkan efek spesial. Untuk Video game sering digunakan adegan tengah atau sering disebut cutscene yang mirip dengan penggunaan CGI. Ini dinamakan FMV (Full Motion Video).

3D atau disebut tiga dimensi merupakan objek tiga dimensi yang mempunyai lebar, tinggi dan kedalaman(width, height, and depth). Adapula grafik 3D yang merupakan grafik yang ditampilkan dalam bentuk 3 dimensi padi axis x, y dan z.

Pada film Final Fantasy: Advent Children menggunakan animasi 3D. Animasi 3D adalah manipulasi mage dan objek 3D dalam bentuk animasi menggunakan kaedah permodelan (modeling), pemetaan (mapping), pencahayaan (lighting), penggunaan kamera (camera), animasi (animation) dan proses render (renderring) yang terdapat dalam perisian animasi 3 dimensi.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TV DIGITAL


















TV merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memancarkan dan menerima sinyal dari satelit menghasilkan gambar gerak yang dilengkapi dengan suara. banyak dari kita yang masih menggunakan tv analog sebagai alat untuk menonton siaran dan sekarang juga banyak orang yang menggunakan tv digital. Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan frekuensi dari sinyal.

Televisi digital atau DTV merupakan jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital.

Selain DTV ada juga HDTV(High Definition Television) dan SDTV(Standard Definition Television) yang masing-masing memiliki perbedaan. HDTV bekerja dengan sinyal analog, mempunyai layar yang cukup lebar, berisi piksel 10 kali lebih banyak dari tv analog dan resolusinya pun lebih tinggi dari tv analog. sedangkan SDTV mempunyai resolusi lebih rendah. SDTV mempunyai hanya mampu menampilkan 480 baris vertikal dan kualitas gambarnya setara dengan film-film DVD.

Perkembangan

TV Braun HF1 Jerman tahun 1959

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

1876 – George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.

1884 – Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.

1888 – Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897 – Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dasar televisi layar tabung.

1900 – Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.

1907 – Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

1927 – Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

1929 – Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.

1940 – Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.

1958 – Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.

1964 – Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.

1967 – James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.

1968 – Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.

1975 – Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.

1979 – Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

1981 – Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

1987 – Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.

1995 – Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

dekade 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.


Sumber:

WIKIPEDIA

























Apa Itu Wikipedia?
Kebanyakan orang mengartikan Wikipedia adalah suatu sumber atau referensi yang mudah diakses melalui internet dan kemudahannya mencari informasi. Pada situs Wikipedia sendiri, Wikipedia adalah free, berbasis web, dapat berkolaborasi, multilingual language(disajikan dalam banyak bahasa) yang didukung oleh fondasi Wikimedia. sudah sebanyak 16 juta artikel yang dibuat di Wikipedia diantaranya 3,4 juta menggunakan bahasa inggris yang ditulis oleh relawan di seluruh dunia dan dapat di edit oleh semua orang dengan mengaksesnya. Nama Wikipedia dibuat oleh Larry Sanger "WIKI" yang memiliki arti teknologi intuk membuat koloborasi website dan daribahasa hawaii yang memiliki arti quick atau cepat. Pada kata "PEDIA" diambil dari kata ENCYCLOPEDIA.

Apakah Wikipedia Berguna?
kalo menurut saya, wikipedia itu bermanfaat untuk mengetahui suatu referensi dengan cepat. Untuk orang awam pasti akan mengatakan sangat berguna karena di dalam referensi wikipedia memuat artikel dasar dari sebuah topik, contoh topik RUGBY dapat dilihat di:


pada artikel ini menjelaskan dasar-dasar dari rugby league, sejarah, peraturan, posisi dan lain-lain. mungkin hanya beberapa orang yang mengerti topik ini. tetapi dengan mengunakan sebuah referensi seperti wikipedia atau lain-lain orang akan memahami dari nol sampai ke tingkat dasar.

Contoh lain, seperti Encyclopedia
sama seperti wikipedia, encyclopedia menyediakan beberapa referensi beserta kamus yang dapat dijadikan sebagai informasi yang penting dan dapat dipahami oleh semua orang. ada banyak pedia-pedia yang lain sebagai sumber informasi, seperti:
expedia, lostpedia, dan lain-lain


Sumber:

Senin, 04 Oktober 2010

The Digital Divide: Scarcity, Inequality and Conflict

Disini saya akan membahas sedikit tentang "The Digital Divide". Sekarang orang sudah banyak mengenal internet dan komputer. Sesuai judulnya, ini yang menyebabkan kelangkaan, ketidaksamaan, dan konflik antar media di seluruh dunia.

Perkembangan dan penyebaran media digital di seluruh dunia telah memuncak di bidang sosial, politik dan ekonomi serta organisasi yang berada di beberapa negara, terutama di dunia. sebagai contoh di negara berkembang, komputer dan handphone telah meningkat penggunanya secara drastis dan menjadi alat yang sangat di perlukan unutk berkomunikasi, memilih hak, membeli, menjual, belajar, berkerja serta bermain.

Sebagai dasar, terbuka, dan mudah di akses yaitu internet telah membuat internet terkenal. Pada tahun 2007, kira-kira terdapat 1.2 triliun pengguna internet (sekitar18,9 % dari populasi di dunia) dan meningkat sekitar 245 % pada tahun 2000-2007.

sekarang kita kembali ke topik..

Apakah Itu "The Digital Divide"?
kebanyakan orang mengartikan digital divide itu adalah jarak antara orang yang menggunakan digital media dan internet terhadap orang yang sama sekali tidak bisa mengakses media tersebut. perbedaan didalam kepemilikan dan penggunaan akses pada media tersebut sangat berpengaruh terhadap pengakseskan informasi dari internet oleh komunitas yang merugikan dan juga memperkuat ketidaksamaan sosio-ekonomi yang didasarkan marjinalisasi kelas orang miskin dan beberapa bagian didunia.

Beberapa orang percaya bahwa pertanyaan di dalam kasus digital divide merupakan multi dimensi dan lebih rumit jika hanya mempertanyakan pengaksesan digital media dan internet ke semua orang dan negara. teknologi itu hanya membutuhkan keahlian dan kemampuan dari individu dan komunitas bagaimana mereka menggunakan digital teknologi dan internet sangat effektif untuk menghadapi kebutuhan sosio-ekonomi dan politik.

Hal lain yang sangat terkait dengan judul kita yaitu bahasa. bahasa dapat digunakan sebagai pelindung manusia yang memiliki akses dan keahlian dalam meringkai kata dan karena itu dapat memperburuk ketidaksamaan digital terhadap orang yang sangat mengerti sekali bahasa internet sebagai contoh bahasa inggris.

pada sub bab selanjutnya dapat dilihat di:




sumber:
  1. DIGITAL CULTURES: Understanding New Media by Glen Creeber dan Royston Martin